Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Kurikulum bersama stakeholder dan alumni pada Sabtu, 25 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Program Studi Teknik Mesin dalam melakukan evaluasi dan penyempurnaan kurikulum agar selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
FGD dihadiri oleh berbagai mitra industri, di antaranya PT Adibrata Unggul Jaya, PT Waruna Shipyard Indonesia, PT Perkebunan Sumatera Utara, PT MEDCON-E Medan, PT Pelabuhan Indonesia, PT Inecda, PT Hendrison Inti Persada (Capitol Group), PT Griya Konsultan Terpadu, serta alumni Program Studi Teknik Mesin UMSU.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Teknik UMSU, Ir. Ade Faisal, S.T., M.Sc., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa penyusunan kurikulum harus terus disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia industri. Menurutnya, masukan dari stakeholder dan alumni merupakan bagian penting dalam meningkatkan mutu pendidikan, sehingga Program Studi Teknik Mesin mampu menghasilkan lulusan yang unggul, profesional, adaptif, berdaya saing tinggi, serta tetap berlandaskan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
“Kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dunia industri, dan alumni merupakan kunci dalam menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Melalui FGD ini diharapkan kurikulum Teknik Mesin UMSU semakin relevan, inovatif, dan mampu mencetak sumber daya manusia yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Ir. Ade Faisal, S.T., M.Sc., Ph.D.
Sementara itu, Ketua Program Studi Teknik Mesin, Chandra Amirsyah Siregar, S.T., M.T., menyampaikan bahwa kegiatan FGD ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dengan berbagai stakeholder.
“Berbagai masukan dari dunia industri dan alumni akan menjadi dasar dalam penyempurnaan kurikulum Program Studi Teknik Mesin. Selain membangun kerja sama yang lebih erat dengan dunia usaha dan dunia industri, hasil FGD ini diharapkan mampu membawa Program Studi Teknik Mesin UMSU menjadi program studi yang semakin unggul dan mendukung pencapaian Akreditasi Unggul,” ungkapnya.
Dalam sesi diskusi, para stakeholder menyampaikan berbagai rekomendasi strategis sebagai bahan penyempurnaan kurikulum. Perwakilan PT Waruna Shipyard Indonesia secara khusus merekomendasikan agar kurikulum lebih banyak memberikan pengalaman praktik yang relevan dengan kebutuhan industri. Mahasiswa diharapkan memiliki penguasaan yang lebih baik pada bidang desain teknik dua dimensi (2D) dan tiga dimensi (3D), analisis rekayasa, teknik pengukuran, serta kemampuan membaca dan menginterpretasikan gambar kerja sehingga siap bekerja sesuai standar industri.
Masukan dari PT Adibrata Unggul Jaya, PT Perkebunan Sumatera Utara, PT MEDCON-E Medan, PT Pelabuhan Indonesia, PT Inecda, PT Hendrison Inti Persada (Capitol Group), dan PT Griya Konsultan Terpadu turut memperkaya pembahasan mengenai kompetensi lulusan yang dibutuhkan dunia kerja saat ini maupun di masa mendatang. Seluruh peserta mengapresiasi upaya Program Studi Teknik Mesin UMSU dalam membangun komunikasi yang berkelanjutan dengan dunia industri sebagai dasar pengembangan kurikulum yang adaptif.
Selain penguatan kompetensi desain, stakeholder mengusulkan penambahan materi pembelajaran yang lebih aplikatif pada bidang sistem filtrasi dan pemisahan cairan, mekanika fluida dan pompa tekanan tinggi, sistem perpipaan (piping dan hydrant system), sistem hidrolik, rotating equipment, instrumentasi industri, Programmable Logic Controller (PLC), serta kemampuan membaca wiring diagram. Para peserta juga menilai bahwa aspek digitalisasi perlu diperkuat dan tercermin secara nyata dalam visi, misi, maupun implementasi kurikulum Program Studi sebagai bentuk kesiapan menghadapi transformasi industri berbasis teknologi.
Forum juga menyoroti pentingnya peningkatan daya saing lulusan melalui sertifikasi profesi. Lulusan diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memperoleh nilai tambah berupa Sertifikasi Ahli K3 Umum, sertifikat TOEFL, kompetensi dasar desain teknik, kemampuan pengolahan data menggunakan Microsoft Excel, serta kompetensi instrumentasi industri. Selain itu, beberapa stakeholder mengusulkan agar Program Studi mempertimbangkan penambahan mata kuliah atau materi Fire and Safety, mengingat kompetensi tersebut menjadi kebutuhan penting di berbagai sektor industri dalam memenuhi regulasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Di bidang pembelajaran berbasis pengalaman, stakeholder juga merekomendasikan penguatan program magang melalui penerapan konsep Continuous Improvement dan Root Cause Analysis yang diakhiri dengan presentasi hasil proyek. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membentuk lulusan yang memiliki kemampuan berpikir kritis, analitis, inovatif, dan mampu menyelesaikan berbagai permasalahan di lingkungan kerja. Selain hard skills, para peserta juga menekankan pentingnya penguatan soft skills, seperti komunikasi, kepemimpinan, manajemen proyek, kerja sama tim, kewirausahaan, kemampuan presentasi, penulisan laporan teknis, etika profesi, manajemen waktu, kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, serta penguasaan bahasa Inggris sebagai bekal bersaing di tingkat global.
Sebagai tindak lanjut, forum merekomendasikan peningkatan kerja sama antara Program Studi Teknik Mesin UMSU dengan dunia usaha dan dunia industri melalui program magang, kuliah praktisi, penelitian terapan, kegiatan berbagi pengalaman oleh alumni, serta penguatan sertifikasi kompetensi mahasiswa. Sinergi yang semakin erat ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan kualitas lulusan sekaligus memperkuat posisi Program Studi Teknik Mesin UMSU sebagai program studi yang unggul dan dipercaya oleh dunia industri. Melalui penyelenggaraan FGD ini, Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik UMSU menegaskan komitmennya untuk terus melakukan penyempurnaan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. Seluruh masukan yang diperoleh akan menjadi dasar dalam penyusunan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) guna menghasilkan lulusan yang kompeten, inovatif, adaptif, berkarakter, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa. Kegiatan ini juga menjadi langkah strategis dalam memperluas jejaring kerja sama dengan dunia industri serta mendukung pencapaian Akreditasi Unggul bagi Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik UMSU.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dekan Fakultas Teknik UMSU, Ir. Ade Faisal, S.T., M.Sc., Ph.D., Wakil Dekan I Dr. Khairul Ummurani, Wakil Dekan III Afandi, S.T., M.T., Ketua Gugus Penjaminan Mutu (GPM) Fakultas Teknik Dr. Faisal Irsan Pasaribu beserta anggota GPM, para dosen Fakultas Teknik, serta Ketua Program Studi Teknik Mesin, Chandra Amirsyah Siregar, S.T., M.T. dan Sekterasis Prodi Teknik Mesin, Ahmad Marabdi Siregar, S.T.M.T




