Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) melaksanakan kegiatan Kunjungan Industri ke PT Waruna Shipyard Indonesia pada Rabu, 2 September 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 37 mahasiswa Program Studi Teknik Mesin UMSU dan didampingi oleh dosen serta tenaga kependidikan Program Studi Teknik Mesin.
Kunjungan industri ini bertujuan memberikan pengalaman dan wawasan secara langsung kepada mahasiswa mengenai penerapan ilmu Teknik Mesin di dunia industri, khususnya pada bidang perkapalan, perawatan kapal, material, serta pengendalian korosi.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk melihat secara langsung lingkungan kerja dan berbagai proses yang berlangsung di industri perkapalan. Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian mahasiswa adalah proses blasting pada badan kapal yang mengalami korosi.
Korosi merupakan salah satu permasalahan penting dalam industri perkapalan. Kondisi tersebut dapat terjadi karena badan kapal secara terus-menerus bersentuhan dengan air laut yang mengandung garam dan elektrolit, sehingga dapat mempercepat terjadinya reaksi elektrokimia pada material logam. Paparan air laut dalam jangka waktu tertentu dapat menyebabkan permukaan logam mengalami penurunan kualitas dan terbentuknya karat apabila tidak mendapatkan perlindungan dan perawatan yang memadai.
Selain pengaruh air laut, proses korosi juga dapat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan di sekitar kapal, seperti kelembapan udara, kandungan garam di atmosfer, perubahan temperatur, serta paparan air dan udara secara berulang. Lingkungan yang lembap dan kaya kandungan garam dapat mempercepat proses korosi pada bagian-bagian kapal, terutama pada permukaan logam yang lapisan pelindungnya telah mengalami kerusakan atau penurunan kualitas.
Untuk mengatasi dan mengendalikan korosi tersebut, salah satu tahapan penting dalam perawatan kapal adalah blasting, yaitu proses pembersihan permukaan material dengan menggunakan media bertekanan untuk menghilangkan karat, lapisan cat lama, kotoran, dan kontaminan lainnya. Permukaan yang telah dibersihkan kemudian dapat dipersiapkan untuk proses painting atau pelapisan, sehingga material mendapatkan perlindungan yang lebih baik terhadap lingkungan yang dapat memicu korosi.
Melalui pengamatan secara langsung tersebut, mahasiswa tidak hanya memahami konsep korosi secara teoritis, tetapi juga dapat melihat bagaimana proses penanganan dan perawatan material diterapkan dalam kondisi industri yang sebenarnya. Pengalaman ini menjadi pembelajaran penting untuk memahami hubungan antara material, lingkungan, proses korosi, metode pembersihan permukaan, dan sistem perlindungan melalui pelapisan.
Ketua Program Studi Teknik Mesin UMSU, Chandra A. Siregar, S.T., M.T., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kunjungan industri ke PT Waruna Shipyard Indonesia diharapkan dapat menambah wawasan mahasiswa, khususnya mengenai korosi dan proses penanganannya pada industri perkapalan.
“Dengan adanya kunjungan industri ini, mahasiswa dapat menambah wawasan dan melihat secara langsung bagaimana proses penanganan korosi di industri, khususnya pada kapal. Pengalaman ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa, terutama mahasiswa yang akan menyelesaikan studi, untuk mempersiapkan diri memasuki dunia kerja,” ujar Chandra.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pembelajaran yang diperoleh secara langsung di lingkungan industri dapat membantu mahasiswa memahami keterkaitan antara teori yang dipelajari di bangku perkuliahan dengan kebutuhan dan kondisi nyata di dunia kerja. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman yang lebih komprehensif serta mampu mengembangkan kompetensi yang relevan dengan bidang industri.
Kegiatan kunjungan industri ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memahami berbagai prosedur dan tantangan teknis yang dihadapi dalam industri perkapalan. Selain aspek teknis, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja (K3), ketelitian, kedisiplinan, serta penerapan standar kerja dalam setiap proses pekerjaan di lingkungan industri.
Kegiatan tersebut turut diikuti oleh jajaran dosen dan Laboran Teknik Program Studi Teknik Mesin UMSU, yaitu Chandra A. Siregar, S.T., M.T. selaku Ketua Program Studi Teknik Mesin, Ahmad Marabdi Siregar, S.T., M.T. selaku Sekretaris Program Studi Teknik Mesin, dan Dosen Teknik Mesin Bapak Dr. Sudirman Lubis, Dr. Munawar Alfansury Siregar, Rafsanzani Pane, S.T., M.T., Iqbal Tanjung, S.T., M.T., Sawirman, S.T., M.T., dan selaku laboran Teknik Mhd. Alwi Harahap, S.T., serta Panji Purnama, S.T.
Dari pihak PT Waruna Shipyard Indonesia, kegiatan turut didampingi oleh Sheik Yamani, Manager Painting & Scaffolding, serta Drs. Agus Salim Sitorus, M.H., Penanggung Jawab Lingkungan (Environmental Officer).
Program Studi Teknik Mesin UMSU menyampaikan apresiasi kepada PT Waruna Shipyard Indonesia atas kesempatan dan pendampingan yang diberikan kepada mahasiswa selama kegiatan berlangsung. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya memperkuat kompetensi mahasiswa dan mempersiapkan lulusan yang memiliki pengetahuan, keterampilan, serta kesiapan menghadapi dunia kerja.
Kunjungan industri ini menjadi pengalaman berharga bagi 37 mahasiswa Teknik Mesin UMSU untuk belajar langsung dari lingkungan industri sekaligus memperluas wawasan mengenai penerapan ilmu dan teknologi Teknik Mesin, khususnya dalam bidang korosi, perawatan material, painting, scaffolding, dan industri perkapalan.
Dengan adanya kegiatan ini, Program Studi Teknik Mesin UMSU terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga memberikan pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia industri.
Teknik Mesin UMSU — Solid, Kompeten, Berkemajuan!









