
Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menyelenggarakan kegiatan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada tanggal 19, 20, dan 27 Mei 2023. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Fakultas Teknik yang berasal dari tiga program studi, yaitu Teknik Mesin, Teknik Sipil, dan Teknik Elektro. SKPI merupakan salah satu syarat wajib yang harus dipenuhi mahasiswa sebelum menyelesaikan studi dan memperoleh gelar sarjana.
Pelaksanaan SKPI K3 bertujuan untuk mempersiapkan calon lulusan agar memiliki daya saing yang tinggi di dunia kerja. Selain memperkuat kompetensi teknis sesuai bidang keilmuan masing-masing, kegiatan ini juga dirancang untuk mengembangkan soft skills, wawasan profesional, serta pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan industri. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami pentingnya budaya keselamatan kerja serta penerapannya dalam lingkungan kerja yang sesungguhnya.
Pada kesempatan tersebut, Fakultas Teknik UMSU menghadirkan narasumber dari PT Waruna Shipyard Indonesia, Muhammad Shaik Yamani, B.Sc., S.S., yang merupakan praktisi sekaligus Ahli K3 Lingkungan Hidup dengan pengalaman yang luas dalam bidang keselamatan kerja, pengelolaan lingkungan, serta pengendalian korosi pada industri galangan kapal.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan berbagai aspek penting terkait penerapan sistem K3 di lingkungan industri, identifikasi dan pengendalian risiko kerja, budaya keselamatan, serta tantangan yang dihadapi sektor industri maritim dan galangan kapal. Selain itu, mahasiswa juga memperoleh wawasan mengenai dampak korosi terhadap struktur kapal dan pentingnya strategi pencegahan untuk menjaga keandalan serta umur pakai peralatan industri.

Ketua Program Studi Teknik Mesin UMSU, Chandra Amirsyah Putra Siregar, S.T., M.T., menyampaikan bahwa kegiatan SKPI merupakan salah satu bentuk komitmen Fakultas Teknik UMSU dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi pendukung yang dibutuhkan oleh dunia industri. Menurutnya, keterlibatan praktisi berpengalaman sebagai narasumber memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami kondisi kerja nyata sekaligus memperoleh pengetahuan yang relevan dengan perkembangan industri saat ini.
“Melalui kegiatan SKPI K3 ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai keselamatan dan kesehatan kerja, tetapi juga memperoleh wawasan industri yang dapat menjadi bekal penting ketika memasuki dunia kerja. Kompetensi semacam ini menjadi nilai tambah bagi lulusan Fakultas Teknik UMSU dalam menghadapi persaingan kerja yang semakin kompetitif,” ujarnya.
Melalui penyelenggaraan SKPI K3 ini, Fakultas Teknik UMSU berharap para mahasiswa dari Program Studi Teknik Mesin, Teknik Sipil, dan Teknik Elektro dapat meningkatkan kesiapan diri, memperluas wawasan profesional, serta membangun kompetensi yang menjadi nilai tambah dalam dunia kerja. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Fakultas Teknik UMSU dalam menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, adaptif, dan siap berkontribusi bagi perkembangan industri nasional maupun internasional..

