Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar rapat revisi visi sebagai bagian dari rangkaian penyusunan dokumen akreditasi dalam upaya meraih predikat Akreditasi Unggul. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh dokumen akademik, khususnya visi dan misi program studi, selaras dengan standar akreditasi terbaru serta arah pengembangan institusi.
Ketua Program Studi Teknik Mesin Chandra A Siregar, S.T.,M.T menyampaikan bahwa penyusunan visi bukan hanya memenuhi persyaratan administrasi akreditasi, tetapi juga menjadi fondasi utama dalam pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas sumber daya manusia, tata kelola program studi, serta arah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Visi yang kuat dan memiliki penciri (distinctiveness) akan menjadi salah satu aspek penting dalam penilaian akreditasi.
Rapat membahas secara mendalam berbagai aspek yang menjadi syarat pencapaian Akreditasi Unggul, di antaranya penyelarasan visi dan misi, pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) untuk mencapai indikator penilaian yang optimal, serta penguatan tata kelola dan kompetensi dosen. Selain itu, dilakukan kajian SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan Program Studi Teknik Mesin sebagai dasar dalam merumuskan arah pengembangan jangka panjang.
Sebagai bagian dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara yang telah meraih Akreditasi Unggul, Program Studi Teknik Mesin juga menegaskan pentingnya menjadikan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai landasan dalam penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Diskusi juga menyoroti potensi sumber daya manusia yang dimiliki program studi. Saat ini, kepakaran dosen Teknik Mesin UMSU didominasi oleh bidang konversi energi dengan enam dosen dan rekayasa material sebanyak delapan dosen. Selain itu, program studi juga memiliki dosen dengan keahlian pada bidang permesinan, maintenance, lingkungan, dan manufaktur. Komposisi kepakaran tersebut menjadi dasar dalam menentukan penciri program studi yang realistis, berkelanjutan, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan industri.
Peserta rapat juga mengidentifikasi sektor industri yang menjadi fokus pengembangan, meliputi industri makanan, karet, plastik, logam dasar, dan farmasi. Seluruh masukan menekankan bahwa penciri program studi harus sesuai dengan kompetensi dosen, mendukung inovasi, memiliki relevansi terhadap kebutuhan industri, serta mampu menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan di masa depan.
Melalui berbagai masukan dan diskusi yang konstruktif, rapat berhasil menyepakati rumusan visi baru Program Studi Teknik Mesin sebagai arah pengembangan menuju reputasi internasional, yaitu:
“Menjadi Program Studi Teknik Mesin bereputasi di tingkat internasional dalam bidang energi dan rekayasa material untuk mendukung pengembangan sektor agroindustri berlandaskan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.” Visi ini diharapkan menjadi pedoman dalam penyusunan kurikulum, pengembangan penelitian, peningkatan kualitas lulusan, serta penguatan kerja sama dengan dunia industri dan mitra internasional. Dengan visi yang lebih fokus dan memiliki keunggulan yang jelas, Program Studi Teknik Mesin UMSU optimis dapat meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan sekaligus mewujudkan target meraih Akreditasi Unggul.

